Menggunakan broadband internet memang mengasyikkan, kita bisa berselancar di internet tanpa harus khawatir tagihan telepon membengkak serta dengan kecepatan yang lumayan (harap jangan bandingkan dengan layanan internet di negara maju yang memberikan kecepatan berkali lipat dibandingkan layanan internet di Indonesia pada umumnya)

Dengan beragam pilihan broadband internet (silahkan lihat artikel Memilih Layanan Internetuntuk memberikan gambaran tentang pilihan yang ada pada saat ini) dengan agak tinggi tapi masih terjangkau, maka ada rasa rugi kalau akses tersebut cuma bisa dinikmati lewat satu komputer saja.

Bila anda adalah seorang yang ahli IT, maka akan segera bilang: "Wah itu sih soal empuk kayak tahu"
Yang jadi masalah jika anda adalah awam dalam bidang IT, maka mungkin reaksi anda: "Apa bisa?"; "Kasih tau dong caranya"; "Wah kalau satu akses internet dipakai rame-rame, asyik banget tuh"

Ada banyak pilihan dalam berbagi akses internet, tapi dalam artikel ini akan dibahas 4 cara saja:

  1. Menggunakan hubungan "peer to peer"
  2. Menggunakan koneksi USB & ethernet pada modem
  3. Menggunakan active hub
  4. Menggunakan wireless router

1. Menggunakan hubungan "peer to peer"

Hubungan "peer to peer" adalah hubungan antar 2 komputer lewat suatu media tertentu. Pilihan media tersebut dan kebutuhan peralatan sesuai pilihan media adalah:

  • Ethernet (dengan koneksi RJ-45)
    1. Ethernet port pada kedua komputer yang akan dihubungkan.
    2. Kabel ethernet yang dicross; Bisa dipesan di toko komputer yang menyediakan peralatan networking; Kabel ini berbeda dalam penyambungan jalurnya dibandingkan kabel network biasa.
  • Firewire
    1. Firewire port pada kedua komputer yang akan dihubungkan.
    2. Kabel firewire dengan ujung konektor yang sesuai dengan port firewire pada kedua komputer; Konektor firewire memang mempunyai dua tipe yaitu yang kecil dan yang besar; Yang besar biasanya terdapat pada komputer dekstop dan yang kecil pada komputer notebook.

Pilih salah satu koneksi tersebut dan konfigurasikan TCP/IP dari koneksi tersebut (ethernet atau firewire) pada komputer yang terhubung langsung ke internet (kita sebut saja komputer server) sehingga IP komputer tersebut adalah 192.168.1.1

Kemudian konfigurasikan TCP/IP dari komputer client (komputer yang akan dihubungkan ke komputer server) sehingga IP komputer tersebut menjadi 192.168.1.x di mana x adalah nilai pilihan anda sendiri antara 2-254; Subnet mask 255.255.255.0; Gateway 192.168.1.1

2. Menggunakan koneksi USB & ethernet pada modem

Dalam hal ini, kita memanfaatkan fasilitas dari modem (ADSL atau cable TV) yang mempunyai fasilitas koneksi USB dan ethernet. Dengan demikian, anda akan memerlukan:

  1. Modem (ADSL atau cable TV) yang mempunyai port ethernet dan USB
  2. Kabel ethernet atau RJ-45 (biasanya sudah disediakan dari modem tersebut)
  3. Kabel USB (juga biasanya sudah disediakan dari modem tersebut)
  4. Satu komputer yang mempunyai port ethernet
  5. Satu komputer yang mempunyai USB port

Hubungkan komputer pertama ke modem dengan ethernet, lalu konfigurasikan (IP, DNS, dll) sesuai dengan informasi dari si penyedia layanan internet (ISP) tersebut.

Install USB driver dari modem tersebut ke komputer kedua, lalu hubungkan komputer tersebut ke modem lewat USB. Kemudian konfigurasikan (IP, DNS, dll) sesuai informasi dari ISP yang dipakai.

Biasanya digunakan automatic IP dan DNS

3. Menggunakan active hub

Anda perlu menyediakan:

  1. Modem yang mempunyai koneksi ethernet
  2. Active hub atau switch ethernet
  3. Kabel network/ethernet untuk menghubungkan active hub ke modem
  4. Komputer-komputer yang mempunyai port ethernet
  5. Kabel network/ethernet sesuai dengan jumlah komputer yang dipakai

Hubungkan active hub ke modem, kemudian hubungkan semua komputer yang active hub tersebut.

Konfigurasikan semua komputer sehingga menggunakan automatic IP dan DNS, kecuali kalau ada informasi tertentu dari ISP

4. Menggunakan wireless router

Kalau anda membutuhkan koneksi wireless, maka pilihan ini memang anda perlukan. Anda punya dua pilihan:

  1. Modem yang mempunyai kapabilitas wireless router
  2. Wireless router yang akan dihubungkan ke modem.

Tentu saja semua komputer yang digunakan harus mempunyai kapabilitas wireless atau Wifi.

Biasanya, modem akan dikonfigurasi dengan IP 192.168.1.1 dengan DHCP aktif, sedangkan router dikonfigurasi dengan IP 192.168.2.1, juga dengan DHCP aktif.
Pastikan wireless router tersebut menggunakan enkripsi (WEP, WPA, dll), lalu catat key yang sudah di-generate.
Kemudian masing-masing komputer bisa langsung dihubungkan ke router tersebut dengan memasukkan key sewaktu diminta oleh koneksi wireless tersebut.

RIS

Catatan:
Jika anda benar-benar awam dalam bidang IT, mungkin anda akan kebingungan dalam mengimplementasikan ide internet sharing di atas. Silahkan kirimkan pertanyaan anda lewat kotak komentar di bawah Bursa Opini, dengan senang hati saya akan menjawabnya.
Jangan lupa menyertakan informasi tentang operating system komputer anda dan pilihan koneksi yang akan anda pakai.

{moscomment}