Semakin hari, semakin sering kita melihat tulisan mengenai biofuel atau biodiesel di koran-koran mau pun majalah. Dari sejumlah informasi tersebut, ada yang sudah langsung mengerti, ada yang masih terheran-heran tentang apa itu biofuel, dan mengapa semakin banyak orang membicarakannya.

Artikel ini dimaksudkan untuk menjadi pengantar atau informasi awal bagi yang masih terheran-heran, atau sebagai informasi tambahan bagi yang sudah mengerti dan mengetahui.
Setelah membaca artikel ini, anda bisa melanjutkan ke artikel "Biofuel - Mengapa?" yang memberikan beberapa fakta tentang mengapa masyarakat dunia (tentunya termasuk anda dan saya) memerlukan biofuel.
Mungkin pada saat artikel ini diterbitkan di Bursa Internet, artikel "Biofuel - Mengapa?" masih belum muncul, harap bersabar dan tetaplah rajin berkunjung ke Bursa Internet dan melihat kolom Latest News, cepat atau lambat, artikel tersebut akan muncul di sana.

Apa itu biofuel?

Biofuel adalah bahan bakar atau sumber energi yang berasal dari bahan organik.
Jadi definisi biofuel memang cukup luas yaitu mencakup bahan bakar yang dibuat dari tumbuhan mau pun hewan.

Berbeda dengan bahan bakar yang sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu bensin dan solar yang berasal dari minyak bumi, biofuel mempunyai sifat dapat diperbaharui, artinya bahan bakar ini dapat dibuat oleh manusia dari bahan-bahan yang bisa ditumbuhkan atau dibiakkan.

Bingung? OK, mari kita langsung ke hal yang praktikal untuk menghindarkan definisi-definisi ilmiah yang biasa menjadi konsumsi para ilmuwan.
Singkat cerita, biofuel diciptakan untuk menggantikan bahan bakar yang ada, jadi manusia menciptakan biofuel untuk pengganti bensin dan juga biofuel untuk pengganti solar.

Biofuel pengganti bensin

Biofuel pengganti bensin biasanya adalah etanol; Untuk menghindarkan penjelasan panjang yang rumit, saya rasa cukup dijelaskan bahwa alkohol yang kita kenal (alkohol untuk mencuci luka dan alkohol pada minuman keras) sebenarnya merupakan salah satu variant bahan kimia yang mempunyai "keluarga dekat" yaitu ethanol. Karena masih "keluarga dekat", maka sifatnya pun mirip yaitu mudah menguap dan terbakar.

Seperti halnya keluarga alhohol lainnya, ethanol dibuat dari hasil fermentasi bahan-bahan yang mengandung karbohidrat — ingat proses pembuatan minuman keras dari bahan beras (arak beras), anggur (wine), barley (bir), nira (tuak)

Brasil merupakan negara yang telah sukses memproduksi dan memanfaatkan ethanol ini. Bahan baku yang mereka gunakan adalah tebu.
Di sana, etanol bukan hanya digunakan untuk bahan bakar mobil, tapi juga untuk bahan bakar pesawat terbang.

Selain tebu, masih banyak bahan baku lain yang bisa diubah menjadi ethanol, antara lain: jagung, singkong, ubi, gandum, dll.
Bahkan belum lama ini, ada laporan ilmiah yang menyatakan bahwa ada teknologi untuk mengubah cellulose (serat tumbuhan) menjadi karbohidrat sederhana yang kemudian dapat difermentasikan menjadi ethanol. Dengan demikian, maka batang dan daun tumbuhan dapat digunakan juga menjadi bahan baku ethanol; Bayangkan bahwa sampah dari kebun anda dapat diubah menjadi bahan bakar mobil anda.
Sayang bahwa teknologi tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum disebar-luaskan.

Banyak mesin mobil yang tidak bisa secara langsung menggunakan ethanol sebagai bahan bakar karena mesin tersebut dirancang untuk menggunakan bensin dan bukanlah ethanol sebagai bahan bakar. Untuk memudahkan transisi pemakaian dan menghindarkan merancang mesin yang baru, orang mencoba mencampur bensin dengan ethanol, yang ternyata dapat digunakan pada mesin mobil dengan cukup baik. Campuran tersebut kemudian dinamakan Gasohol yang merupakan singkatan dari Gasoline Alcohol.

Untuk memudahkan mengetahui persentase campuran, gasohol diberi kode E (karena menggunakan campuran ethanol) dan nilai persentase ethanol pada campuran tersebut. Sebagai contoh: Campuran ethanol 10% dan bensin 90% diberi nama E10, ethanol 20% dan bensin 80% diberi nama E20, dst.

Beberapa negara Eropa sudah menerapkan pola insentif pemakai gasohol, antara lain mobil bersertifikasi pemakai E90 akan memperoleh fasilitas bebas parkir di pusat kota.

Biofuel pengganti solar

Biofuel pengganti solar mempunyai beberapa variant sebagai berikut:

Jenis bahan baku:
1.Minyak tumbuhan
2.Minyak hewan

Cara pengolahan:
1.100% minyak tumbuhan atau hewan yang tidak dimodifikasi secara kimiawi
2.Minyak tumbuhan atau hewan yang dimodikasi secara kimiawi
3.Campuran minyak tumbuhan atau hewan (baik yang dimodifikasi mau pun tidak) dengan solar — Mirip seperti gasohol.
Pada biofuel jenis ini, dipakai kode B yang diikuti dengan persentase biofuel pada campuran tersebut. Contoh: 10% biofuel dan 90% solar disebut B10.

Pada penggunaan 100% minyak biofuel tanpa modifikasi, biasanya diperlukan pemanas untuk mengubah kekentalan minyak tersebut sehingga menyerupai kekentalan solar, methode ini kurang disukai karena memerlukan modifikasi pada mesin yaitu memasang alat pemanas minyak biofuel sebelum minyak tersebut diumpankan ke mesin disel.

Minyak biofuel yang dimodifikasi secara kimiawi — disebut biodiesel — lebih memungkinkan untuk digunakan pada mesin disel tanpa modifikasi mesin.
Proses modifikasi — yang disebut proses transesterification — menggunakan sejenis alkohol juga sebagai salah satu bahan reaktan. Jenis alkohol yang digunakan adalah methanol atau ethanol.
Jika digunakan methanol maka hasil biodieselnya disebut FAME (Fatty Acid Methyl Ester), jika ethanol yang digunakan maka hasilnya disebut FAEE (Fatty Acid Ethyl Ester)
Pada pembuatan biodiesel secara komersial, umumnya digunakan ethanol, tapi mengingat ethanol cenderung menarik air sehingga dalam proses pembuatan FAEE akan cenderung menimbulkan lebih banyak sabun, maka sebagian orang menggunakan methanol sehingga biodiesel yang dihasilkan adalah FAME.
Mungkin anda akan mengerutkan kening ketika disebutkan bahwa proses pembuatan FAEE akan menimbulkan sabun... ya, anda tidak salah baca dan kami tidak salah ketik, proses pembuatan biodiesel (baik FAEE mau pun FAME) memang menimbulkan produk sampingan yang antara lain adalah sabun.
Sebagai informasi tambahan, sabun mandi yang anda gunakan sehari-hari juga dibuat dari minyak organik, biasanya digunakan minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil)

Biodiesel yang dijual Pertamina di beberapa SPBU adalah dari 10% FAME dan 90% minyak solar, atau yang disebut B10.

(RIS)

{rdaddphp file=addphp/ga090217.php}

{moscomment}