Cetak
Kategori: Comtronic Corner
Dilihat: 13493

Anda baru membeli sebuah camcorder dan mulai merekam di sana-sini dengan gaya seorang sutradara kawakan.
Setelah anda selesai merekam dan akan memamerkan hasil rekaman tersebut kepada teman-teman anda, anda baru menyadari bahwa anda harus membawa camcorder untuk memainkan hasil rekaman tersebut. Selain itu, hasil rekaman anda juga menampilkan adegan-adegan yang sebenarnya tidak anda kehendaki untuk dilihat oleh teman anda.

Setelah melihat hasil rekaman tersebut ada beberapa teman anda yang ingin mendapatkan copy rekaman tersebut, sedangkan tidak ada satu pun teman anda yang memiliki camcorder sehingga meng-copy video tersebut dari satu camcorder ke camcorder adalah bukan ide yang baik.

Dengan semakin murahnya CD/DVD writer dan medianya, tampaknya masalah anda dapat terpecahkan jika anda bisa memindahkan sebagian isi camcorder anda (tidak termasuk bagian yang privat) ke dalam CD/DVD, kemudian memberikan CD/DVD tersebut kepada teman anda.
Tapi pertanyaan selanjutnya adalah "bagaimana caranya?"

Ada beragam bentuk media penyimpanan camcorder, dari tape sampai DVD atau pun harddisk.
Tapi kebanyakan camcorder di pasaran pada saat ini masih memakai tape sebagai media penyimpanan hasil rekaman.

Walau pun tape tersebut bisa beragam ukuran dan teknologinya (VHS, digital-8, MiniDV, MicroMV, dll), tapi mereka mempunyai satu kesamaan yaitu kelemahan media tape yang akan cepat menurun kualitasnya dengan semakin banyak dipakai.
Hal tersebut terjadi karena sifat dari pemanfaatan media itu sendiri yaitu digesek dengan head pembaca pada pemutar (player) tape tersebut.
Selain itu, tidak banyak orang yang memiliki pemutar tape video (dari hasil camcorder) sehingga jika anda ingin memperlihatkan hasil rekaman anda, anda harus menggunakan camcorder juga.

Berbeda dengan tape, CD/VCD/DVD, dibaca secara optik yaitu dengan menyorotkan laser kekuatan lemah pada permukaan piringan tersebut untuk membaca data yang disimpan padanya.
Dengan demikian, kemungkinan kerusakan karena gesekan adalah sangat kecil bahkan bisa dibilang tidak ada.
Dengan demikian, maka CD merupakan media penyimpan yang lebih baik karena kecil kemungkinan mengalami kerusakan akibat pemakaian.
Bahkan ada sejumlah literatur yang menyatakan bahwa umur pakai sebuah CD adalah 30 s/d 100 tahun.

Tapi, bagaimana memindahkan data video dari camcorder ke CD?
Well, sebelum anda mulai memindahkan data tersebut, ada sejumlah peralatan yang dibutuhkan yaitu:

*
Camcorder yang memiliki output IEEE-1394 (alias DV output alias Firewire)
Sebenarnya USB juga bisa digunakan tetapi sangat disarankan untuk memilih menggunakan Firewire karena transfer speed yang lebih bagus dan stabil sehingga kualitas video yang dipindahkan relatif tidak berubah.
Selanjutnya artikel ini akan mengasumsikan penggunaan Firewire.
*
Port Firewire di komputer yang akan digunakan.
Anda bisa membeli card tambahan untuk komputer anda, tapi komputer model mutakhir sudah memiliki port ini.
*
Kabel Firewire
Pastikan salah satu konektor kabel tersebut cocok dengan camcorder anda sedangkan ujung yang lain cocok dengan port Firewire di komputer anda.
Konektor Firewire cuma ada 2 jenis yaitu yang besar dan yang kecil sehingga anda hanya perlu mengingat ukurannya.
*
Software video capture
Software ini akan digunakan untuk mengambil video dari camcorder lewat Firewire kemudian di-convert menjadi format MPEG (2 untuk DVD/SVCD atau 1 untuk VCD)
Anda bisa mencari di Download.com atau situs-situs lainnya yang menyediakan software freeware, shareware mau pun demo.
Atau anda mau menggunakan software-software yang sudah mapan seperti Pinnacle Studio atau Adobe Premier.
Menurut pengalaman Bursa Internet, software Pinnacle Studio lebih mudah digunakan dibandingkan Adobe Premier.
Pada kesempatan ini, Bursa Internet menggunakan Pinnacle Studio 9 sebagai software referensi.
*
Harddisk dengan kapasitas yang besar.
Sesuaikan kapasitas harddisk yang anda gunakan dengan spesikasi software video capture yang anda gunakan.
Selain itu, siapkan tempat untuk menampung hasil capture yaitu sekitar 12.5 GB (iya, tidak ada salah tulis di sini, memang yang dimaksud adalah Gigabyte) untuk video sepanjang 60 menit jika anda ingin meng-capture video dengan kualitas terbaik (DV)
Atau jika anda ingin meng-capture dengan kualitas MPEG 2 (DVD), anda "hanya" perlu menyediakan sekitar 2.65 GB untuk 60 menit video.
Jika anda cuma memerlukan kualitas VCD, maka diperlukan 592 MB untuk meng-capture 60 menit video.
Selain itu, jangan lupa siapkan kapasitas yang cukup untuk menampung hasil "render" dan ruang kerja si software itu sendiri, untuk mudahnya, siapkan 2 kali lipat dari hasil output yang diinginkan.
Contoh:
Jika ingin meng-capture 60 menit video dengan kualitas DV, kemudian hasil akhir yang ingin didapat adalah DVD, maka siapkan: 12.5 GB (untuk DV) dan 2 X 2.65 GB (untuk hasil akhir) sehingga total diperlukan sekitar 17.8 GB.
Bursa Internet menyarankan untuk tidak terlalu pelit dalam menyediakan kapasitas harddisk ini, jadi sebaiknya siapkan 20 GB untuk proses ini.
*
Memory komputer yang memadai
Disarankan untuk menggunakan memory minimum 512 MB
*
CD writer atau DVD writer
*
Software CD writer atau DVD writer
Sama seperti software video capture, ada banyak software yang tersedia, tapi Bursa Internet menggunakan Nero Burning sebagai software acuan pada tulisan ini.
*
CD R atau DVD R kosong
Untuk DVD video, sebaiknya menggunakan DVD -R dibandingkan DVD +R karena ada beberapa DVD player (biasanya yang sudah agak kuno) tidak bisa menjalankan DVD +R

OK, setelah anda menyiapkan perlengkapan tersebut, anda bisa mulai proyek anda yang pertama dalam video editing:

*
Install software video capture
*
Pasang kabel Firewire ke komputer dan ke camcorder
*
Hidupkan camcorder dan jalankan software video capture
*
Pilih menu Capture, di layar akan tampak gambar sebuah camcorder dan sebuah monitor yang menampilkan video yang ada pada camcorder tersebut.
*

Pada gambar camcorder tersebut ada sejumlah tombol, antara lain tombol play, rewind, forward, dll.
Dengan meng-klik pada tombol-tombol tersebut, anda bisa mencari bagian video yang hendak anda capture.
Jika anda ingin meng-capture seluruh isi camcorder, maka rewind camcorder tersebut hingga posisi awal tercapai.

*
Pilih kualitas hasil capture yang diinginkan (DV, DVD, SVCD, VCD, atau preview)
*
Software akan meminta lokasi penyimpan video hasil capture.
*
Setelah selesai meng-capture, tiba saatnya anda melakukan penyuntingan atau editing, pilih menu Edit
*
Pilih file hasil capture tersebut lewat tombol "Select video"
*
Pada layar akan ditampilkan scene dari file tersebut.
Satu scene pada video hasil capture adalah satu sesi antara anda mulai merekam dengan camcorder sampai anda menekan tombol stop atau pause.
Jadi, jangan heran kalau anda melihat banyak scene pada hasil capture anda karena tentunya anda tidak melakukan perekaman non-stop dari awal sampai akhir tape.
*
Tarik scene-scene tersebut ke storyboard yang ada di bawah.
Urutan letak scene tersebut akan menjadi urutan film atau movie yang anda buat.
Sekarang anda juga bisa mengerti mengapa dalam proses pembuatan film, si sutradara dapat memerintahkan shooting adegan akhir dulu sebelum adegan awal.
Pada tahap editing ini, si sutradara dapat mengatur peletakan adegan-adegan tersebut sehingga membentuk suatu cerita.
*
Tiap scene yang anda tarik ke storyboard membentuk video klip.
Jika anda meng-double-click video klip tersebut, maka akan muncul layar edit untuk video klip. Silahkan tentukan bagian video klip yang nantinya akan membentuk film dengan menggeser-geser pembatas video klip.
Video klip yang akan disertakan dalam proses "render" adalah bagian yang berada di antara ke dua pembatas tersebut.
*
Anda juga bisa memasukkan satu scene berkali-kali ke dalam storyboard.
Di sini anda bisa melihat bagaimana orang membuat efek berulang seperti yang sering dilihat pada film-film komedi.
*
Anda juga bisa membuat efek slow motion pada video klip.
*
Setelah scene-scene yang ingin anda masukkan (anda tidak harus memasukkan semua scene yang ada) sudah anda masukkan ke storyboard, dan setiap video klip sudah anda edit sehingga hanya menampilkan bagian yang ingin anda sertakan pada film anda, maka anda bisa mulai menentukan transisi antara satu video klip ke video klip yang lain.
Tentunya anda pernah melihat film yang pada saat beralih adegan, layarnya terlihat seperti halaman buku yang dibuka; Itu adalah hasil dari efek transisi antara satu video klip ke video klip lainnya.
Anda bisa memilih sejumlah transisi yang ada dan menariknya untuk diletakkan pada antara dua video klip.
*
Setelah selesai, coba putar film anda dengan meng-klik tombol play pada monitor kecil yang ada pada tampilan software tersebut.
*
Setelah anda melihat bahwa segala sesuatunya sesuai dengan yang anda kehendaki, maka tiba saatnya untuk me-render film tersebut.
Mungkin anda sudah ingin tahu apa itu proses "render" yang sedari tadi selalu disebut-sebut.
Proses render adalah proses penyesuaian resolusi dari satu format video ke format lainnya; Proses penyesuaian ini dilakukan frame demi frame sedangkan satu detik film memiliki paling tidak 20 frame; Bisa anda bayangkan berapa lama yang dibutuhkan untuk me-render film 1 jam.
*
Anda bisa mulai dengan meng-klik "Make Movie" kemudian tentukan hasil akhir yang anda ingin dengan meng-klik "Setting"
*
Setelah anda meng-klik "Create MPEG file", software akan meminta lokasi dari file hasil render.
Komputer anda akan mulai bekerja membuat file MPEG seperti yang telah anda tentukan, sedangkan anda sendiri bisa bersiap-siap untuk tidur karena proses render ini memakan waktu yang lama.
*
Anda terbangun setelah proses render selesai.
*
Uji sekali lagi file hasil render tersebut dengan menggunakan Windows Media Player.
Jika anda sudah cukup puas (biasanya anda tidak bisa "sangat puas" pada percobaan pertama) hasil tersebut, anda bisa mulai menyiapkan software VCD/DVD burning serta CD/DVD kosong.
*
Setelah software burning dijalankan dan CD/DVD kosong dimasukkan ke dalam CD/DVD writer, pilih VCD/SVCD/DVD (sesuaikan dengan setting render yang anda pilih di atas) pada wizard dari Nero kemudian tarik file hasil render tadi ke dalam ruang kosong tempat file-file dari VCD/SVCD/DVD yang akan dibuat.
*
Setelah selesai, maka tinggal pilih menu "Burn" dan abrakadabra! Anda telah menjelma menjadi seorang pembuat film.

Keterangan proses di atas memang sangat singkat.
Kami mengerti bahwa mungkin pada saat anda mempraktekkan proses tersebut, anda mengalami kesulitan.
Dengan senang hati, kami di Bursa Internet akan mencoba membantu anda.
Silahkan layangkan pertanyaan anda ke Bursa Opini

{moscomment}