Cetak
Kategori: Comtronic Corner
Dilihat: 4390

Sungguh menjengkelkan ketika anda membuka mail box anda dan menemukan sejumlah email dari pihak entah berantah, yang menawarkan produk entah berantah pula.
Lalu anda terpaksa menggunakan sejumlah waktu anda yang berharga untuk mulai menghapusi email-email tersebut.

Kalau anda menggunakan email client (software yang meng-download email ke dalam komputer anda), maka kejengkelan anda akan bertambah dengan waktu yang anda habiskan untuk menunggu email client tersebut men-download sejumlah email sebelum anda mengetahui bahwa ternyata email tersebut adalah sampah.

Mungkin anda bisa menggunakan sejumlah software yang tersedia untuk menghapus spam tersebut secara otomatis, tapi seperti istilah "tak ada gading yang tak retak", software penghapus spam tersebut (termasuk layanan anti spam gratis dari Yahoo dan Google) terkadang juga menghapus email yang legitimate alias email yang dikirimkan oleh orang yang anda kenal dan memang khusus ditujukan untuk anda. Bayangkan kalau email dari pacar anda terhapus oleh software anti-spam tersebut, wah bisa-bisa impian membina keluarga sakinah bisa buyar.

Situasi tersebut lebih diperkeruh dengan sejumlah perusahaan yang mengaku professional tapi ternyata mereka mengirimkan email ke sembarangan orang untuk mempromosikan produk mereka. Lebih kacau lagi, sejumlah perusahaan tersebut ternyata adalah perusahaan konsultan yang mempromosikan seminar yang mereka adakan. Bisa dibayangkan bagaimana jeleknya kualitas seminar yang dipromosikan dengan cara yang merugikan orang lain (menyita sejumlah kapasitas mailbox, waktu tunggu untuk mendownload email, waktu & upaya untuk menghapus email tersebut)
Secara pribadi, saya menyarankan agar jangan pernah mengikuti seminar yang dipromosikan dengan cara spamming seperti itu karena anda menjadi rugi berlipat ganda (kerugian di atas ditambah keluar biaya untuk membayar seminar yang ternyata tidak berkualitas)

Apa sih sebenarnya SPAM itu?
Webopedia.com mendefinisikan spam sebagai email sampah atau junk email.
Wikipedia.org mendefinisikan spam sebagai email yang tidak diharapkan dan dikirim secara massal.

Di banyak negara maju, perbuatan spamming dapat dikenakan tuntutan hukum. Sayang sejauh ini, Indonesia masih belum bisa dikategorikan negara yang memberlakukan hal tersebut, sehingga semakin banyak spammer yang berasal dari Indonesia dan berkedok perusahaan yang kelihatan bergengsi.

Ada banyak cara untuk menghalangi spam, tapi cara yang paling jitu adalah melakukan pencegahan, berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang bisa anda lakukan:

Tentunya, masalah spam ini tidak berhenti sampai di sini, dengan keserakahan manusia dan mental mau enak sendiri, tentu ada berbagai macam teknik spam yang terus diperbaharui sehingga teknik untuk memberantasnya pun perlu terus dikembangkan.
Silahkan kirimkan saran dan pendapat anda di sini.

RIS